Bertemu dengan teman lama kadang bisa sangat menyenangkan dan bisa juga mengesalkan. Ada teman yang sukses tapi low profile. Ada teman yang merasa sukses tapi ngomongnya waduh selangit. Sukses pun kategorinya jadi kabur. Seorang teman zaman SD datang berkunjung, tak lama kami mulai melakukan up date tentang keberadaan teman-teman lama.
Si A sekarang bekerja di Jkt, Si B udah di Jerman hingga sampailah ke si S yang sekarang itu dia direktur perusahaan Tirta…Hebat dia seru kagum sang teman. Kantornya di Jalan Sudirman Jakarta. Level ketemunya ama orang2 gede dan pejabat, minimal dia mainnya dengan walikota atau bupati.
Aku tanggapi seperlunya. Prestise sekali berkantor di kawasan segitiga bisnis Jakarta itu. Tinggi gengsinya apalagi dimata orang yang tinggal di kampung (baca = daerah asal seseorang yang merantau). Mungkin dia tak puas dengan dirinya sehingga dia mencitrakan kesuksesan dengan gambarannya terhadap teman kami si S tadi. Memang rumput tetangga selalu lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri. Bahkan mungkin yang kita punya tidak sekedar rumput lagi, udah ada anggrek atau bahkan bunga hias yang kalo dijual bisa laku 15 juta ha…ha….
Tinggal dan bekerja di ibukota negara menggambarkan kesuksesan bagi sebagain besar orang. Tapi biarlah sukses menurutku tidak sama menurut kebanyakan orang. Biarkan saja, berbeda kan biasa saja