Posted by: aifarida | July 5, 2008

Bukittinggi, wisatawan, sampah, macet

Hari libur selalu menyenangkan. Berwisata ke Bukittinggi menjadi salah satu favorit bagi orang-orang Riau, Padang, Jambi bahkan tentunya dari luar Pulau Sumatera. Enaknya ke Bukittinggi itu adalah mengunjungi satu kota tetapi bisa menikmati berbagai tipe wisata. Ada wisata alam seperti Ngarai Sianok dan Panorama, ada kebun binantang Kinantan (satu-satunya di Sumatra, tapi….). Mau wisata sejarah juga ada kawasan Benteng Fort De Kock peninggalan kompeni, juga ada Jam Gadang sebagai icon-nya kota wisata ini. Nah wisata kuliner yang menggiurkan. Belum lagi mau belanja-belanja baju muslim, kerudung, baju kurung, bahan-bahan bordir, disinilah tempatnya.

Namun dari sekian pendapatan yang didapatkan pemda kota ini dari sektor wisata, hanya sedikit yang dialokasikan kepada pembangunan dan pengaturan sarana dan prasarana. Kalau sudah ramai wisatawan dimusim libur dan lebaran, sampah menjadi salah satu hasil nyata dari kunjungan mereka ke kota sejuk ini. Tak ada tempat sampah yang memadai jumlah dan posisinya.

Belum lagi macet cet cet…….Kawasan pasar semrawut. Angkot potong sana sini, masuk kiri kanan, berhenti seenaknya ahhhhh hanya tuhan yang tahu. Belum lagi parkiran bus-bus pariwisata di bahu-bahu jalan utama. Deddy aja sampe tercengang-cengang waktu suatu malam minggu kami berniat mencari makan di luar. EH…tahunya macet dan ramai dimana-mana. Dia yang memang tidak menikmati keramaian jadi senewen dan bersegera mengajak pulang.

Tetapi kota ini kota yang ngengenin kata orang. I LOVE BUKITTINGGI @!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.