Angkot no 15 penuh sesak. Ada seorang ibu dan anaknya yang belanjaannya seabreg. Pak sopir angkot berkomentar riang,” Wah enak ibu-ibu sekarang ya bu, kalo santan udah ada yang santan jadi di pasar, kalo cabe giling berbagai jenis juga ada”. Ibu itu membalasnya,”Ya pak, praktis, tapi ya itu dananya terbatas pak, maklumlah apa2 sekarang mahal, jadi harus pintar2″.
Pak sopir berkomentar lagi,”Ya bu, tapi kita mesti bersyukur bahwa di daerah kita (sumbar) alhamdulilah masih bisa makan nasi dengan beras yang kualitasnya masih bisa dikatakan bagus. Ngga’ seperti berita2 di TV bahwa ada masyarakat di Jawa yang harus makan nasi jagung, tiwul. Jadi kita harus tetap bersyukur”. Sang ibu pun menjawab,”Betul pak, untungnya nagari kita (nagari=daerah dalam bahasa minang) masih aman, cukup pangan”
AHhhh….kita memang harus selalu dan banyak-banyak bersyukur. Bapak sopir seperti mengingatkan seluruh penumpang untuk selalu bersyukur. Alhamdulilah………………………….Aku pun turun dengan kenangan manis tentang sopir angkot 15 itu. Mudah-mudahan rezeki Bapak sopir itu selalu dimudahkan Allah.
hi Ai, mampir ya… small blessings during the day are indeed the most appreciated of all among our hectic minds. Oya selamat buat launching blognya yaaa…
By: /ati:'/ on July 7, 2008
at 9:01 am
Terima kasih Mba Atiek udah mau mampir ke blog yang masih super sederhana ini he..he…
Baru mulai bikin dan belajar mba
By: aifarida on July 7, 2008
at 9:12 am